VISI : BERAKHLAK MULIA, BERPRESTASI, KOMPETITIF, DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN
Login Member
Username:
Password :
Agenda
14 November 2018
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8

 

 

SMA Negeri 6 Padang didirikan pada tanggal 14 Januari tahun 1984. Awalnya, sekolah ini merupakan kelas jauh dari SMA Negeri 1 Padang. Sebagai layaknya sekolah filial, tahun pelajaran 1983/1984 proses pembelajaran berlangsung dengan status menumpang di Sekolah Dasar (SD) Negeri 35, Jembatan Buai, Mato Air. Setahun di sana, pada tahun ajaran 1984/1985 proses pembelajaranpun berpindah ke Sekolah Dasar (SD) Negeri 38 Seberang Padang Selatan dengan “Status” kepala sekolah, SMAN 6 yang dirangkap langsung oleh kepala SMAN 1 Padang yang bernama Drs. Rusdi. Namun, pelaksanaan tugas operasional sekolah saat itu diserahkan kepada Drs. Mahmud. AR. Selanjutnya, tiga bulan lamanya pembelajaran siswa SMAN 6 Padang dipindahkan ke SD Koto Kaciak, sekarang menjadi Sekolah Dasar (SD) Negeri 22 Padang.

Cikal bakal SMAN 6 Padang merupakan tanah “Silih Jariah” dari kaum suku setempat. Menurut Drs. Musyriwandi selaku sumber informasi bahwa tanah yang dimaksud adalah dulunya milik kaum. Tanah kaum ini merupakan alas hak untuk pengurusan pensertifikatan tanah sekolah. Berdasarkann kehendak masyarakat Padang Selatan inilah seyogyanya didirikan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN 6 Padang). Aspirasi masyarakat itu, membentuk tim pembebasan tanah yang dipelopori tokoh masyarakat, di antaranya: Tarmizi Hoesen, S. H., Tamran Anwar, S. H. , Sutan Soehatsyah, Sutan Munir, Maswir MS, Maswir Poendek, S. H., Wahid Noerdin (Lurah), dan Zainun Panduko, Rusli Boer, Rosna Rusli bersama tokoh masyarakat lainnya yang ada di nagari dan di rantau dengan Camat Padang Selatan saat itu, Drs. Ridwan Kasim. Tim dimaksud melakukan pendekatan kepada masyarakat, pengusaha yang peduli pendidikan untuk mewujudkan sekolah ini dengan menyiapkan lokasi dan membebaskannya dari tanah kaum demi pendidikan anak bangsa.

Awal Oktober 1985, siswa SMA Negeri 6 Padang memiliki gedung sendiri dengan jumlah siswa sebanyak 280 orang. Sarana kelas waktu itu terdiri dari 7 ruang dengan rincian 4 lokal di sebelah selatan dan 3 lokal di sebelah utara. Cikal bakal lokal ini pun dari tahun ke tahun bertambah. Hingga kini ada 27 lokal selain ada labor komputer, ruang kepala sekolah, ruang guru, Mushalla, labor biologi, labor kimia, ruang OSIS, kantin, kolam ikan, kebun, dan fasilitas lainnya.

SMA Negeri 6 Padang memiliki Luas Lahan: 15.000 m², Luas Bangunan 9.300 m², Jumlah siswa: 865 orang. Jumlah guru dan pegawai adalah 90 orang dengan rincianya: 70 orang guru dan 20 orang pegawai non-Tendik.   Sekolah ini memiliki hutan sekolah, kebun buah naga, kebun buah markisa, green house, 6 gazebo, lesehan, sumur serapan 6 buah, 2 TOGA, komposter 37 titik lubang biopori 21 lubang, 2 kolam ikan, galeri, Bank Sampah.

Sampai kini telah tercatat 10 orang kepala sekolah, yaitu (1) Drs. Rusdi (1985-1986), (2) Lukman, B.A. (1986-1989), (3) Amir Syarif (1989-1993), (4) Drs. Syofian Saibi (1993-1997), (5) Nurchas Saib (1997-2001), (6) Dra. Hj  Sifdar,  A.M. (2001- 2005), (7) Drs Yunisra, M.Kom.  (2005- 2008), (8) Drs. H. Masril, M. Pd. (2008- 2011), (9) Drs. Barlius. M. M. (2011- 2014), (10) Drs. Ramadansyah, M. Pd. (2014-Sekarang). Foto kepala sekolah tersebut adalah sebagai berikut ini.

 

 

Kemajuan sekolah ini pun terus bergerak maju dari tahun ke tahun. Pada tahun 1996, disepakati kerjasama antara Departemen Pendidikan Nasional dan Kementerian Lingkungan hidup. Program ini terus mengalami kemajuan yang ditandai dengan diperbaharuinya kesepakatan pihak sekolah dengan Bapedalda kota padang semenjak tahun 2005 dan tahun 2006 tentang program Kementerian Lingkungan Hidup tentang “Lingkungan” untuk dikembangkan di SMAN 6 Padang. Program kerjasama itu disempurnakan pada tahun 2010 dengan program pendidikan lingkungan hidup melalui program ADIWIYATA. Program ADIWIYATA telah menciptakan warga sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Hal ini seiring dengan visi sekolah berakhlak mulia, berprestasi, kompetitif, dan berbudaya lingkungan.

Program ADIWIYATA telah mengharumkan nama SMA Negeri 6 Padang dengan prestasinya. Tahun 2010 (Meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Kota Padang), tahun 2011 (Meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Sumatera Barat). Pada tanggal 5 Juni 2012 di Jakarta, SMAN 6 Padang meraih penghargaan sekolah Adiwiyata Nasional dari Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Bakhtasar Kambuaya, MBA. dan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA.

Tanggal 10 Juni 2013 di Jakarta, SMAN 6 Padang kembali menorehkan tinta emas meraih penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Bakhtasar Kambuaya, MBA. , sebagai sekolah Mandiri sebagai penyempurna prestasi Adiwiyata. Prestasi tersebut adalah buah dari partisipan, kepedulian, kebersamaan, warga sekolah dalam merespon dan menyikapi program ini. Taburan prestasi itu pun berlanjut dengan diundangnya utusan SMAN 6 Padang ke Jepang pada “ Student Forum of Unesco AsPnet in the Asia Pasific region 2013 di Sakai City, Osaka Jepang pada tahun 2013.

Tahun 2014 memang tidak ada lagi lomba sekolah berprestasi Adiwiyata yang akan di raih. Mempertahankan dan meningkatkan capaian prestasi ialah suatu keharusan. Dengan program program binaan ke sekolah lainnya, SMAN 6 Padang terus merambah prestasi adiwiyata tingkat ASEAN Green School melalui ASPNet dalam kegiatan Video Comverence. Visi sekolah berakhlak mulia, berprestasi, kompetitif, dan berbudaya lingkungan memacu warga sekolah untuk bergerak maju dan “Kompak” bersama nahkoda kepala sekolah SMAN 6 Padang.